21/12/15

Penyakit Itu Kalau Tidak Dari Kepala Dari Perut

Penyakit Itu Kalau Tidak Dari Kepala Ya dari Perut


Perkataan orang tua memang seringkali simple plus bikin penasaran. Apakah pernah juga orang tua kalian bilang seperti itu ? Penyakit Itu Kalau Tidak Dari Kepala Ya dari Perut. Setelah saya mencari informasi dari berbagai sumber memang tidak salah juga ternyata awal mula penyakit bisa terjadi dari kepala dan perut.

Penyakit yang bermula dari kepala sangat beragam diantaranya stroke, darah tinggi, stress, meningitis, vertigo, dll. sakit kepala yang timbul semata-mata merupakan gejala sekunder dari ketidak beresan di dalam tubuh yang memerlukan penaganan medis. so tidak salah juga bila sakit kepala anggota tubuh yang lain juga bisa terserang.

baca juga : Ginkgo Formula Nutrisi Kesehatan Otak

Sebagai makhluk hidup tentunya kita juga perlu makan, dan memang jika kita tidak memperhatikan asupan makanan yang benar itu akan mengundang beragam penyakit pada tubuh kita. Oh ya perlu kita ketahui juga alangkah baiknya jikalau makan itu kunyah sampai benar-benar halus.
Mengunyah makanan yang tidak benar dapat menyebabkan kondisi yang dikenal sebagai penyakit Gastroesophageal Reflux (GERD). GERD adalah kondisi dimana isi perut (makanan atau cairan) bocor mundur dari lambung ke dalam tabung dari mulut ke perut (esofagus). Tindakan ini dapat mengiritasi kerongkongan, menyebabkan mulas dan gejala lainnya. Kondisi ini juga dapat merusak lapisan tenggorokan dan kerongkongan. Menurut penelitian, sekitar 44% orang Amerika mengalami refluks atau mulas setidaknya sebulan sekali, 20% memiliki setiap minggu dan 7% menderita setiap hari.

Mengunyah dengan tidak benar berarti tidak ada pemecahan partikel makanan besar menjadi partikel yang lebih kecil yang lebih mudah dicerna. Hal ini membuat lebih sulit bagi usus untuk menyerap vitamin, mineral dan nutrisi lainnya dari partikel makanan.
Manfaat mengunyah makanan lama sangat baik untuk kesehatan tubuh agar pencernaan lebih baik dan terhindar dari berbagai penyakit

Jika makan terlalu cepat, kalori akan menumpuk sebelum tubuh memiliki kesempatan memposthu otak bahwa perut sudah merasa kenyang. Otak dan perut bekerja sama untuk mengendalikan nafsu makan dan proses tersebut tidak terjadi secara instan. Dibutuhkan waktu sekitar 20 menit bagi perut untuk berkomunikasi dengan otak dan memberi tahu bahwa kita sudah merasa kenyang.
Karena mengandalkan ketidaknyamanan di perut (kepuasan emosional) dan bukan dari sinyal otak, maka orang yang makan terlalu cepat akan mengonsumsi terlalu banyak kalori yang membuatnya berisiko menjadi gemuk dan obesitas (kegemukan).

Ternyata memang benar makan itu jangan suka terburu-buru baiknya sesuai dengan sunnah, Rasulullah mengajarkan agar mengunyah makanan minimal 33 kali sebelum ditelan. Jika tidak dikunyah dengan baik, ternyata sebagian makanan itu akan terbuang tanpa terserap dan terjadilah pembusukan yang menghasilkan banyak racun di usus. Itulah yang menghabiskan sejumlah besar enzim.

Air liur yang otomatis keluar saat mengunyah dapat bercampur baik dengan asam lambung maupun air empedu. Maka proses pencernakan pun bisa lebih lancar. Menurut sumber dari Netwellnes, jumlah kunyahan makanan pada setiap suapan tergantung dari jenis makanan. Makanan yang lembut seperti buah dan sayur, akan lebih mudah dikunyah dibanding ayam atau daging.

Pastikan kita mengunyah makanan secara menyeluruh sampai bagian terkecil. Menurut para ahli di Ohio State University, kita perlu mengunyah makanan yang lembut sebanyak 5-10 kali dan makanan yang keras dikunyah sebanyak minimal 30 kali.

Itu saja yang bisa saya bahas dalam artikel kali ini semoga bermanfaat.

19 komentar

kalo bukan dari kepala dan perut, yah dari hati.
tapi ngeri juga yah dari sakit kepala bisa jadi penyakit-penyakit yg parah gitu

intinya kita kudu belajar menerapkan hidup sehat yamas,salah satunya mengunyah makanan dengan benar dan tidak terburu buru

Ya mas, mengunyah makanan memang salah satu upaya yang efektif untuk meminimalisir datangnya penyakit.

Sebenarnya sih setahu saya,, dan dalam ajaran agama saya,, Rasulullah sudah mencontohkannya untuk mengunyah makanan sebanyak - banyak,, harus sampai lembut

Benar mas, makan harus pelan-pelan supaya tidak tersedak dan dikunyah yang baik supaya lidah juga merasakan kelezatan makan tersebut... :)

Tapi kalau buru buru mau berangkat kerja gimana..?

Mualiah makan dgn membaca Basmalah terlebih dahulu ...ya kan mas...

Iya betul Kang Awan, penyakit datangnya dari kepala atau perut,,, dan saya juga pernah dengar mengenai cara makan rasulullah yang mengunyah sampai lembut dulu sebelum ditelan, dan betul kayak gitu Kang Awan, cocok, siiipppp deeehhhhh :)

Kalo dari segi kesehatan sih memang harusnya mengunyah tuh makanan di mulut harus sampai halus, tapi kadang bosen juga sih ya kalo ngunyah kelamaan. Nakal sedikit gak apa-apa kali. hehe

Wah sangat bermanfaat jadi tau sekarang kenapa begitu. Kalau bisa sih sumber referensinya yang lengkap baru artikel profesional hehe

Ya mas memang harus sampai lembut agar mudah di cerna dan meminimalisir datangnya penyakit.

makannya yang mudah lembut aja mas, jangan makan daging agar ngunyahnya juga tidak terlalu lama :)

Ya jelas mas harus itu, :)
terimakasih tambahannya

Ya memang namanya sunnah itu, untuk kebaikan kita juga kang Diar. :)

Ya kalau bisa sih jangan nakal, agar kesehatan lebih terjaga mas. :)

Heuheu, terimakasih sarannya Mas.


EmoticonEmoticon