12/02/16

Belum Ada Virus Zika Di Indonesia

Tags

Virus Ada Virus Zika Di Indonesia

Kematian Inka Wardhana merupakan pemicu munculnya anggapan-anggapan dari masyarakat mengenai virus zika ini telah sampai ke Indonesia. Bahkan belakangan ini rumor tersebut menjadi trending topik di dunia maya.

Benarkah meninggalnya Inka Wardhana akibat virus Zika ?
Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan Oscar Primadi menegaskan bahwa kematian Inka Wardhana bukan akibat virus Zika.

Perlu diketahui bahwa saat ini konfirmasi pemeriksaan virus Zika hanya bisa dilakukan di laboratiorium tertentu, yaitu Balitbangkes Kemenkes dan Lembaga Biomolekuler Eijkman. Sepanjang tahun 2016 tidak ada laporan hasil konfirmasi virus Zika dari kedua lab tersebut.

Bagaimana sebetulnya cara penularan virus zika?
Gigitan nyamuk

  • Virus zika dapat menular dari 1 orang ke orang lainnya melalui nyamuk jenis Aedes (Aedes aegypti dan Aedes albopictus). Nyamuk ini merupakan jenis nyamuk yang sama dengan nyamuk yang dapat menularkan demam berdarah dengue, chikungunya dan yellow fever.

Dari ibu ke anak

  • Ibu yang sudah terinfeksi oleh virus zika dapat menularkan pada bayi saat melahirkan (walaupun kasus nya jarang). Hingga saat ini belum ada kasus virus zika yang menular dari ibu yang menyusui bayinya.

Kontak seksual

  • Terdapat beberapa kasus yang melaporkan penularan virus zika melalui hubungan seksual. Berdasarkan laporan CDC (Centers of Disease Control and Prevention) pada tahun 2013 terdapat penularan virus zika melalui hubungan seksual di kepulauan French Polynesia.


Namun demikian, Kementerian Kesehatan menghimbau agar masyarakat dapat turut aktif melakukan pencegahan kemungkinan tertularnya virus Zika dengan menghindari gigitan nyamuk Aides Agypti, khususnya pemberantasan sarang nyamuk melalui 3M. Juga ikut melakukan pengawasan jentik nyamuk dan meningkatkan daya tahun tubuh melalui perilaku hidup bersih dan sehat.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemkes melalui nomor hotline 1500-567; SMS 081281562620, faksimili: (021)52921669, dan alamat email kontak@kemkes.go.id.


EmoticonEmoticon